Total Tayangan Halaman

Jumat, 22 Juni 2012

TUNGAU



Tungau merupakan komponen debu rumah yang paling penting karena paling sering menyebabkan alergi. Tungau merupakan binatang yang sangat kecil seperti kutu dan tidak tampak oleh mata. Tungau hidup dari serpihan kulit manusia dan biasanya tungau ini terdapat pada kasur dan bantal, terutama yang terbuat dari kapuk.
A.   KLASIFIKASI
Kerajaan              : Animalia
Filum                    :
Arthropoda
Kelas                    :
Arachnida
Upakelas             :
Acarina                                               
Ordo                     :
Acariformes
Famili                   :
Pyroglyphidae
Genus                  :
Dermatophagoides           
Spesies:
Dermatophagoides farinae
Dermatophagoides pteronyssinus
Blomia tropicalis

B.   MORFOLOGI
Tungau merupakan binatang sejenis kutu yang ukurannya sangat kecil, yakni 250-300 mikron berbentuk oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini transient, berwarna putih kotor, dan tidak bermata. Tungau betina panjangnya 300-450 mikron, sedangkan tungau jantan lebih kecil, kurang lebih setengahnya yakni 200 – 240 mikron x 150 – 200 mikron. Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki dan bergerak dengan kecepatan 2,5 cm permenit di permukaan kulit.. Bila dilihat dari sisi fisiknya, bentuk binatang ini lonjong dengan jumlah kaki 8 buah. Binatang mikrospis itu diembel-embeli kata “debu” di belakang namanya karena hidupnya dari debu.
C.   SIKLUS HIDUP
Tungau betina setelah dibuahi mencari lokasi yang tepat di permukaan kulit untuk kemudian membentuk terowongan, dengan kecepatan 0,5 mm – 5 mm per hari. Terowongan pada kulit dapat sampai ke perbatasan stratum korneum dan stratum granulosum. Di dalam terowongan ini tungau betina akan tinggal selama hidupnya yaitu kurang lebih 30 hari dan bertelur sebanyak 2-3 butir telur sehari.
Telur akan menetas setelah 3-4 hari menjadi larva yang akan keluar ke permukaan kulit untuk kemudian masuk kulit lagi dengan menggali terowongan biasanya sekitar folikel rambut untuk melindungi dirinya dan mendapat makanan. Setelah beberapa hari, menjadi bentuk dewasa melalui bentuk nimfa. Waktu yang diperlukan dari telur hingga bentuk dewasa sekitar 10-14 hari. Tungau jantan mempunyai masa hidup yang lebih pendek dari pada tungau betina, dan mempunyai peran yang kecil pada patogenesis penyakit. Biasanya hanya hidup dipermukaan kulit dan akan mati setelah membuahi tungau betina.
D.   PENYAKIT YANG DITIMBULKAN
Tungau (Dust Mite) merupakan Jenis kutu sangat berbahaya, yang berbahaya bukan kutunya tapi kotorannya. Ada sekitar 2 juta tungau yang hidup di permukaan ranjang dan bantal. Tungau ini hidup dari memakan serpihan sel kulit mati manusia. Mereka mengeluarkan kotoran setiap hari dalam bentuk debu tungau yang sangat halus. Debu tungau ini kemudian berterbangan setiap kali Anda bergerak di tempat tidur. 30% orang dewasa dan anak-anak menderita alergi terhadap debu tungau. Tungau adalah penyebab utama Asma, pilek/bersin, gatal-gatal, scabies, dan bengkak pada kulit serta demam. Alergen utama yang dikandung oleh tungau debu rumah adalah kotorannya, sisa-sisa cangkang tubuh & telurnya . Kotoran hewan ini mengandung banyak protein yang menyebabkan alergi. Selama siklus hidupnya, seekor tungau dapat menghasilkan + 2.000 partikel kotoran (faces). Gejala alergi yang dapat disebabkan oleh tungau antara lain :  Bersin-bersin, hidung buntu, berair, Mata gatal, bengkak,  Sesak nafas, mengi, asma, Gatal dan bentol di kulit.
E.   PENCEGAHAN
Pencegahan Tungau atau  skabies dapat dilakukan dengan berbagai cara:
Ø  Mencuci bersih, bahkan sebagian ahli menganjurkan dengan cara direbus, handuk, seprai maupun baju penderita skabies, kemudian menjemurnya hingga kering.
Ø  Menghindari pemakaian baju, handuk, seprai secara bersama-sama.
Ø  Mengobati seluruh anggota keluarga, atau masyarakat yang terinfeksi untuk memutuskan rantai penularan.
F.    PENGENDALIAN
Pengendalian tungau adalah dengan langkah-langkah berikut:
  1. Meminimalkan penggunaan bahan yang disukai Tungau. Tungau debu paling hobi tinggal di kasur, bantal, dan guling yang berisi kapuk. jika memungkinkan, ganti dengan bahan dakron atau busa. kasur kapuk masih bisa dipakai, asal dibungkus plastik sebelum diberi seprai. Karpet yang menjadi sarang debu nomor satu, sebaiknya tidak digunakan di kamar tidur. untuk lantai, lebih baik pilih yang berbahan ubin, kayu atau vinyl. Boneka dan mainan anak-anak banyak yang terbuat dari kain berbulu. minimalkan jumlahnya. jika ada bobeka berbulu, simpan dalam kotak tertutup. hindari tumpukan buku atau perabotan yang juga mengundang debu.
  2. Kondiksikan suhu dan kelembaban ruang. Tungau debu hidup subur di tempat yang gelap, hangat dan lembab. suhu optinal untuk pertumbuhan tungau debu adalah 255 – 30 derajat celcius pada kelembaban 70 – 80 persen. karenanya usahakan kamar tidur dalam kondisi terang dan kering. Cara termudah adalah dengan mengijinkan udara dan sinar matahari masuk lewat jendela atau lubang ventilasi. pertukaran udara dalam ruang mampu melenyapkan kelembaban, sedangkan sinar matahari memang tidak disukai oleh tungau debu. Alat pengkondisi udara/AC juga dapat dimanfaatkan untuk mempertahankan kelembaban udara di bawah 35%.B bersihkan kamar tidur secara teratur debu yang menjadi sarang tungau harus dibersihkan setiap hari. gunakan lap basah atau vacuum cleaner. jangan menggunakan kemoceng, karena ini membuat debu bertebaran dan debu hanya berpindah tempat.
  3. Gantilah seprei, sarung bantal dan guling, setidaknya sekali seminggu. cuci dengan air panas di atas agar tungau debu mati. gorden sebaiknya dicuci setiap 3 bulan sekali. servis AC setiap 6 bulan sekali untuk menghindari bertumpuknya debu di filter.

G.   PENGOBATAN
Pengobatan tungau atau skabies yang umum digunakan adalah dengan salep yang mengandung bahan seperti lindane, permethrin, pyrethrin atau crotamiton. Bahan bahan kimia ini jamak terdapat pada obat atau bahan pembunuh kutu. Obat obat ini tidak bisa anda peroleh dengan bebas, harus menggunakan resep dokter karena merupakan obat keras yang harus diperhatikan cara penggunaan dan indikasinya. Jadi, harus dipastikan dulu oleh dokter anda menderita skabies baru dapat menggunakan obat ini.
Pengobatan dapat efektif bila salep dioleskan ke seluruh tubuh dari dahi sampai dengan ujung kaki. Pada bayi dan anak anak, salep dioleskan dari kulit kepala sampai dengan ujung kaki sebab pada bayi dan anak anak, skabies juga menyerang kepala. HIndari menggunakan obat obatan yang belum jelas khasiatnya untuk mencegah efek samping yang lebih parah.

 ANALIS KESEHATAN MUHAMMADIYAH MAKASSAR
KOSONG SEPULUH
created by HAZWATUL MAR'AH

1 komentar:

  1. Kebetulan bayi saya mengalaminya dan sudah obat obat macam macam tapi akhirnya bisa sembuh setelah ke spesialis Kulit dan Kelamin Sp Kk.
    Bagus tulisan nya!
    Terimakasih banyak info nya bermanfaat sekali

    BalasHapus